Monitoring Jam Belajar Bersama
Di kirim tanggal : 26/02/2010

Sehabis Tafaquh Fiddin antara pukul 21.00 - 22.00, di Pondok Induk Pesantren Darul Ulum adalah jam wajib untuk belajar. Seluruh santri diharuskan belajar yang ...
Read More


Ujian Pondok Asrama
Di kirim tanggal : 06/02/2010

Ujian Akhir Pondok Pesantren Darul Ulum diadakan akhir bulan Februari sampai awal Maret 2007. Sebagai persiapan untuk menghadapai Ujian Pondok ini asrama Muzamzamah mengadakan ...
Read More


Penyusunan kembali kata demi kata, peristiwa demi peristiwa dan apa dalam bentuk tulisan tentang Pondok Pesantren Darul Ulum, sebetulnya sudah semenjak lama tercipta dalam angan-angan, karena tulisan tentang hal yang sama yang sekarang ada, ternyata telah banyak berubah apabila dikonstruksikan dalam kenyataan. Bukan berarti Pondok Pesantren ini telah mengalami perubahan prinsipil lepas dari kendali yang pernah ditanamkan oleh para sesepuh, tidak.
Perubahan-perubahan di Pondok Pesantren Darul Ulum yang terjadi justru ingin memberi citra yang baru tentang ke-Pondok Pesantrenan yang sebenarnya. Yaitu suatu wadah pendidikan yang memakai metode pengajaran ilmu pengetahuan lewat metode yang pernah dipakai oleh para sesepuh, dan memakai sarana pendidikan model abad ini. Sehingga dengan demikian masyarakat akan lebih mudah menterjemahkan apa sebetulnya yang diinginkan oleh Pondok Pesantren Darul 'Ulum ke dalam fikirannya.

Drs. KH Cholil Dahlan

Sejak tahun ajaran 1967 Darul 'Ulum memperjelas keberadaan madrasah dan atau sekolah formal yang sejak lama didirikan Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Mengenah Atas Darul Ulum yang berafiliasi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang juga mengikuti ujian negara, atau pada pada tahun yang sama me-negerikan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, dan Madrasah Aliyahnya lewat afiliasi Departemen Agama. Pembaharuan sekolah-sekolah tersebut adalah merupakan kelanjutan perjalanan pembaharuan sarana pendidikan formal yang berada di Darul 'Ulum untuk melaksanakan amanatnya melayani kebutuhan masyarakat.

Kejadian demikian bukan berarti Darul Ulum telah melepaskan prinsip-prinsip yang pernah diterapkan oleh sesepuh pada periode kedua, bahkan periode pertama. Cara dan prinsip lama tetap diberlakukan di Darul Ulum, misanya : pengajian-pengajian tradisional tetap dijaga keasliannya, cara belajar me-guru di surau atau di masjid dengan telanjang kaki dan kepala siswa tunduk pasrah masih juga ditekankan manfaatnya. Atau lagi cara mengakrabkan diri dengan Allah Subhanallahuwata'ala, tetap dilakukan dengan banyak menyebut nama-Nya yang disebut Dzikir dan Istighozah sesuai sholat fardhu lima kali sehari. Lantas kecintaan guru adalah faktor utama keberhasilan studi, masih juga dirasakan aromanya di Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso Peterongan Jombang.